2. Kesehatan Lingkungan

Pengertian Kesehatan Lingkungan Secara Umum

Ksehatan lingkungan merupakan suatu disiplin ilmu dan seni untuk memperoleh keseimbangan antara lingkungan dengan manusia dan juga merupakan ilmu dan seni mengelolas lingkungan agar bisa menciptakan kondisi lingkungan yang bersih, sehat, nyaman dan aman serta terhindar dari berbagai macam penyakit.

Sedangkan ilmu kesehatan lingkungan merupakan ilmu yang mempelajari hubungan suatu kelompk penduduk dengan berbagai macam perubahan yang terjadi dilingkungan mereka tinggal yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat umum.

Pengertian Kesehatan Lingkungan Menurut Para Ahli

Adapun kesehatan lingkungan menurut para ahli yang diantaranya yaitu:

  • Menurut Slamet RiyadiIlmu kesehatan lingkungan ialah bagian integral dari ilmu kesehatan masyarakat yang khusus mempelajari dan menangani tentang hubungan manusia dengan lingkungannya untuk mencapai keseimbangan ekologi dan bertujuan untuk membina dan meningkatkan derajat maupun kehidupan sehat yang optimal.
  • Menurut HAKLI “Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan IndonesiaKesehatan lingkungan ialah suatu kondisi lingkungann yang dapat menopang keseimbangan ekologi yang dinamis antara manusia dengan lingkungannya untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia yang sehat dan bahagia.
  • Menurut WHO “World Health Organization”Kesehatan lingkungan ialah suatu keseimbangan ekologi yang harus tercipta diantara manusia dengan lingkungannya agar bisa menjamin keadaan sehat dari manusia.

Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan Menurut WHO

Menurut WHO ruang lingkup kesehatan dibagi menjadi diantaranya yaitu:

  • Penyediaan air minum
  • Pengelolaan air buangan dan pengendalian pencemaran
  • Pembuangan sampah padat
  • Pengendalian vektor “pengendalian vektor ialah segala macam usaha yang dilakukan untuk menurunkan atau mengurangi populasi vektor dengan maksud mencegah atau memberatas penyakit yang ditularkan vektor atau gangguan yang diakibatkan vektor”
  • Pencegahan atau pengendalian pencemaran tanag oleh eksreta manusia “yang dimaksud ekskreta ialah seluruh zat yang tidak dipakai lagi oleh tubuh dan yang harus dikeluarkan dari dalam tubuh”.
  • Higiene makanan termasuk juga susu.
  • Pengendalian pencemaran udara.
  • Pengendalian radiasi.
  • Kesehatan kerja.
  • Pengendalian kebisingan.
  • Perumahan dan pemukman.
  • Aspek kesling dan transportasi udara.
  • Perencanaan daerah dan perkotaan.
  • pencegahan kecelakaan.
  • Rekeasi umum dan pariwisata.
  • Tindakan-tindakan sanitasi yang berhubungan dengan keadaan epidemik atau wabah, bencana alam dan migrasi penduduk.
  • Tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menjamin lingkungan.

Tujuan Kesehatan Lingkungan

Adapun tujuan kesehatan lingkungan yang diantaranya yaitu:

  • Melakukan korelasi, memperkecil terjadinya bahaya dari lingkungan terhadap kesehatan serta kesejahteraan hidup manusia.
  • Untuk pencegahan dengan cara mengefisienkan pengaturan berbagai sumber lingkungan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan hidup manusia serta untuk mencegah dari bahaya penyakit.

Masalah Masalah Kesehatan lingkungan Di Indonesia

Masalah Kesehatan lingkungan merupakan masalah kompleks yang untuk mengatasinya dibutuhkan integrasi dari berbagai sector terkait. Di Indonesia permasalah dalam kesehatan lingkungan antara lain :


  • Air Bersih

Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak.Air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum.


Syarat-syarat Kualitas Air Bersih diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Syarat Fisik : Tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berwarna
  2. Syarat Kimia : Kadar Besi : maksimum yang diperbolehkan 0,3 mg/l, Kesadahan (maks 500 mg/l)
  3. Syarat Mikrobiologis : Koliform tinja/total koliform (maks 0 per 100 ml air)

Metode pembuangan tinja yang baik yaitu dengan jamban dengan syarat sebagai berikut :

  1. Tanah permukaan tidak boleh terjadi kontaminasi
  2. Tidak boleh terjadi kontaminasi pada air tanah yang mungkin memasuki mata air atau sumur
  3. Tidak boleh terkontaminasi air permukaan
  4. Tinja tidak boleh terjangkau oleh lalat dan hewan lain
  5. Tidak boleh terjadi penanganan tinja segar ; atau, bila memang benar-benar diperlukan, harus dibatasi seminimal mungkin
  6. Jamban harus babas dari bau atau kondisi yang tidak sedap dipandang
  7. Metode pembuatan dan pengoperasian harus sederhana dan tidak mahal.

Secara umum rumah dapat dikatakan sehat apabila memenuhi kriteria sebagai berikut :

  1. Memenuhi kebutuhan fisiologis, yaitu : pencahayaan, penghawaan dan ruang gerak yang cukup, terhindar dari kebisingan yang mengganggu
  2. Memenuhi kebutuhan psikologis, yaitu : privacy yang cukup, komunikasi yang sehat antar anggota keluarga dan penghuni rumah
  3. Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit antarpenghuni rumah dengan penyediaan air bersih, pengelolaan tinja dan limbah rumah tangga, bebas vektor penyakit dan tikus, kepadatan hunian yang tidak berlebihan, cukup sinar matahari pagi, terlindungnya makanan dan minuman dari pencemaran, disamping pencahayaan dan penghawaan yang cukup
  4. Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan baik yang timbul karena keadaan luar maupun dalam rumah antara lain persyaratan garis sempadan jalan, konstruksi yang tidak mudah roboh, tidak mudah terbakar, dan tidak cenderung membuat penghuninya jatuh tergelincir.

Teknik pengelolaan sampah yang baik dan benar harus memperhatikan faktor-faktor /unsur, berikut:

  1. Penimbulan sampah. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sampah adalah jumlah penduduk dan kepadatanya, tingkat aktivitas, pola kehidupan/tk sosial ekonomi, letak geografis, iklim, musim, dan kemajuan teknologi
  2. Penyimpanan sampah
  3. Pengumpulan, pengolahan dan pemanfaatan kembali
  4. Pengangkutan
  5. Pembuangan

Dengan mengetahui unsur-unsur pengelolaan sampah, kita dapat mengetahui hubungan dan urgensinya masing-masing unsur tersebut agar kita dapat memecahkan masalah-masalah ini secara efisien.